Obat kanker |  Perusahaan |  Tanya Jawab |  Testimonial |  Kontak Kami |  Strategi Memerangi Kanker |  Research
obat kanker Typhonium Plus
Pengobatan herbal untuk Kanker
pesan sekarang

GEJALA KANKER OVARIUM DETEKSI DINI SI SILENT KILLER


Kita masih ingat kisah kasih dari film yang berhasil menyedot lebih dari 4 juta penonton. Betapa tidak, sungguh suci dan harunya cinta sejati antara Habibie dan Ainun yang tidak terbatas oleh waktu, meskipun nyawa Bu Ainun pada akhirnya harus terenggut akibat kanker ovarium yang diderita.

Kanker ovarium adalah kanker yang menyerang organ reproduksi wanita, yaitu indung telur. Terkenal sebagai ‘the silent killer’, lebih dari 70% dari wanita yang terkena penyakit ini, baru terdeteksi pada stadium yang sudah sangat lanjut sehingga kemungkinan survivalnya hanya tinggal 15-20% saja. Sungguh mengerikan !

kanker ovarium

Gejala kanker ovarium memang sangat umum, tetapi sebenarnya bisa terdeteksi jika kita mau peka terhadap bahasa tubuh kita sendiri. Salah satu gejala sangat spesifik yang terasa pada kanker ovarium adalah perasaan penuh di perut, yaitu Anda merasa mudah kenyang ketika makan. Ini dapat berlangsung selama berbulan bulan. Dan Anda kaget melihat bagaimana berat badan Anda turun drastis tanpa sebab jelas.

Beberapa wanita lainnya juga merasakan selalu ingin selalu buang air kecil dan sakit pada pinggul belakang. Lalu juga sesak nafas ketika berjalan atau berlari jauh. Keluhan keluhan ini menetap selama berbulan bulan tanpa ada perbaikan berarti.

Bila Anda mengalami gejala gejala seperti diatas, sebaiknya segera ke dokter. Deteksi dini penyakit ini dapat menyelamatkan nyawa.

Siapakah wanita yang memiliki resiko lebih tinggi bagi kanker ovarium ?
  • belum pernah melahirkan anak
  • infertil/mandul
  • mengkonsumsi obat kesuburan clomiphene citrate (Clomid®) lebih dari setahun
  • sedang menjalani terapi androgen (Danazol), yaitu obat peningkat hormon androgen dalam tubuh
  • riwayat keluarga penderita kanker ovarium, kanker usus dan kanker payudara
  • wanita penderita kanker payudara
  • pengguna bedak talc di area kewanitaan
  • obesitas
  • pengguna alkohol dan perokok
Para wanita beresiko tinggi kanker ovarium seperti diatas, disarankan untuk rajin memeriksakan secara berkala seperti: darah lengkap, USG transvaginal dan pemeriksaan panggul.

Penanda tumor CA-125 seringkali digunakan sebagai salah satu rujukan/acuan untuk menandai perkembangan sel kanker ovarium (stadium lanjut). Test CA-125 menghitung kadar protein CA 125 (cancer antigen 125) pada darah.

Biasanya test CA-125 ini digunakan untuk mendeteksi ada/tidaknya: mioma uteri, endometriosis, penyakit radang panggul, ataupun kehamilan dan menstruasi normal. Beberapa jenis kanker, termasuk kanker ovarium, endometrium, peritonium dan tuba falopi juga dapat menyebabkan CA-125 terdeteksi dalam aliran darah.

Sebuah riset terbaru yang dilansir oleh journal Science Translational Medicine pada 9 Januari 2013, menyatakan bahwa Test Papsmear dengan HPV-DNA berpotensi dapat digunakan untuk mendeteksi dini kemungkinan terjadinya kanker ovarium dan endometrium.

Studi ini didasarkan atas suatu hipotesa dimana sel-sel pra-kanker ovarium/endometrium dapat turun menetes ke area leher rahim, sehingga mungkin dapat terdeteksi pada test Papsmear, khususnya Papsmear dengan pemeriksaan HPV DNA.

kanker ovarium
source: http://www.aaas.org/news/releases/2013/0109_ovarian_cancer.shtml

Tentu saja perkembangan riset ini sangat ditunggu tunggu mengingat besarnya manfaat test ini nantinya bilamana dapat mendeteksi secara dini sekaligus ketiga jenis kanker yang paling menakutkan bagi kaum wanita: kanker ovarium, serviks dan sekaligus endometrium.

Disarikan dari berbagai sumber oleh Tim CancerHelps
Tag: kanker, kanker ovarium, CA-125, test Papsmear

This site is part of the Cancerhelps.com © 2013 All Rights Reserved. Privacy | Terms All content posted on this site is commentary or opinion and is protected.